Besi Beton mempunyai pengertian, jenis, mutu dan fungsi apa dalam sebuah bangunan.

Besi Beton mempunyai pengertian, jenis, mutu dan fungsi apa dalam sebuah bangunan.
1. PENGERTIAN BETON BERTULANG
Besi beton atau baja tulangan (reinforcing bar disingkat rebar), dikenal ketika dipadatkan sebagai baja tulangan, adalah batang baja yang berbentuk menyerupai jala baja yang digunakan sebagai alat penekan pada beton bertulang dan struktur batu bertulang untuk memperkuat dan membantu beton di bawah tekanan. Beton menjadi kuat di bawah kompresi, tetapi memiliki kekuatan tarik yang lemah.
2. JENIS BAJA BERTULANG
Besi beton di Indonesia dikelompokkan kedalam 2 jenis, untuk konstruksi beton bertulang, yaitu Baja tulangan beton polos adalah baja tulangan beton berpenampang bundar dengan permukaan rata tidak bersirip, disingkat BjTP. Baja tulangan beton sirip adalah baja tulangan beton dengan bentuk khusus yang permukaannya memiliki sirip melintang dan rusuk memanjang yang dimaksudkan untuk rneningkatkan daya lekat dan guna menahan gerakan membujur dari batang secara relatif terhadap beton, disingkat BjTS. Baja bertulang yang dipakai di Indonesia seperti Tulangan Polos untuk baja lunak dan Tulangan Ulir atau Sirip untuk baja keras.
Sebelumnya, standarisasi baja tulangan beton untuk industri baja Indonesia diatur dalam SII 138-1984 tentang Mutu dan Cara Uji Baja Tulangan Beton. Pada tahun 2002, dilakukan beberapa revisi dan diubah menjadi SNI 07-2052-2002, mengenai Baja Tulangan Beton.
Angka yang terdapat pada kode tulangan menyatakan batas kuat leleh/ulur. Baja beton BJTP 24 dipasok sebagai baja beton polos dengan batas ulur 24 kg/mm2, sedangkan baja beton BJTD 40 adalah adalah tulangan beton dengan kuat leleh 40 Kn/cm2.
Standarisasi ini merujuk pada referensi yang diambil dari besi baja berstandar Jepang atau JIS (Japanese Industrial Standars). Badan Standarisasi Nasional (BSN) adalah lembaga yang bertanggungjawab dalam pembuatan standarisasi tersebut. Oleh sebab itu, besi beton yang yang memenuhi standarisasi tersebut disebut sebagai besi beton SNI.
3. MUTU BAJA BERTULANG / BESI BETON BERTULANG
Baja tulangan beton tidak boleh mengandung serpihan, lipatan, retakan, gelombang, cerna yang dalam dan hanya diperkenankan berkarat ringan pada permukaan.
Baja tulangan beton polos
Permukaan batang baja tulangan beton harus rata tidak bersirip.
Baja tulangan beton sirip
Permukaan batang baja tulangan beton sirip harus bersirip teratur. Setiap batang diperkenankan rnempunyai rusuk memanjang yang searah dan sejajar dengan sumbu batang, serta sirip-sirip lain dengan arah melintang sumbu batang. Sirip-sirip melintang sepanjang batang baja tulangan beton harus terletak pada jarak yang teratur. Serta mempunyai bentuk dan ukuran yang sama. Bila diperlukan tanda angkaangka atau huruf-huruf pada permukaan baja tulangan beton, maka sirip melintang pada posisi di mana angka atau huruf dapat ditiadakan. Sirip melintang tidak boleh membentuk sudut kurang dari 45° terhadap sumbu batang, apabila membentuk sudut antara 45° sampai 70°, arah sirip melintang pada satu sisi, atau kedua sisi dibuat berlawanan. Bila sudutnya diatas 70° arah yang berlawanan tidak diperlukan.

4. FUNGSI BAJA BERTULANG / BESI BETON BERTULANG
Besi beton secara signifikan meningkatkan kekuatan tarik struktur. Permukaan besi beton sering berubah bentuk untuk memposisikan ikatan yang lebih baik dengan beton.
Besi beton digunakan untuk pembangunan gedung, bahan ini sangat mudah didapat sehingga tentu nilai nya lebih ekonomis di banding dengan bahan lain. Besi beton merupakan bahan bangunan yang penting, hampir di gunakan di seluruh struktur, baik besar maupun juga kecil seperti; bangunan, jembatan, perkerasan jalan, bendungan, dinding pebahan tanah, terowongan, jembatan yang melintasi lembah, tangki, fasilitas, irigasi, drainase dan lain lain.

Sumber : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *